Friday, February 21, 2020

DOA AGAR SELALU BERUNTUNG PEMBAWA KEBERKAHAN HIDUP DAN BAHAGIA











Jika Anda ingin beruntung dalam segala hal. Misalnya beruntung dalam karir, pekerjaan, jodoh, cinta, rumah tangga, selalu beruntung dalam usaha baik usaha jasa ataupun dagang. 
Wirid pendek ini bisa Anda baca secara rutin dan istiqomah. Ingat, konsisten rutin dan istiqomah mampu mendatangkan karomah atau ma’unah dari Allah.
Barang siapa yang mau mengamalkan doa ini dalam segala hal. Insya Allah selalu memiliki nasib baik. 
Bunyi doa agar selalu beruntung, pembawa keberkahan hidup dan bahagia
YAA FATTAAHU IFTAH LANAA ABWAABAL KHOIRI
artinya :
Ya Allah yang Maha Membuka, bukakanlah buat kami semua pintu kebaikan.

Cara Mengamalkan doa agar selalu beruntung, pembawa keberkahan hidup dan bahagia
  1. Setiap selesai sholat fardhu, silahkan Anda baca sebagai wirid. Baca sebanyak 100 kali Atau 1 putaran tasbih.
  2. Setiap selesai sholat sunnah. Baik itu sholat hajat, sholat sunnah tahajud, atau sholat sunnah dhuha. Baca sebanyak 33 kali saja.
  3. Rutin Anda baca ketika hendak tidur. Bisa Anda baca sebanyak 11 kali saja.
  4. Dan bagi Anda yang sedang mengalami rasa susah, resah, gelisah dan was-was. Anda pun bisa membaca doa ini sebanyak banyaknya. Hingga Anda merasa tenang dan tentram.
  5. Bahkan Anda yang sedang merasa selalu sial, pun bisa membaca doa ini. Bacalah sebanyak banyaknya semampu Anda.
Rasulullah telah menjelaskan secara rinci dan jelas mengenai adab berdoa, khususnya yang berkaitan Adab Berdoa.

Adab Berdoa :

1.    Menghadapkan Wajah ke Kiblat
Seorang muslim berdoa hendaknya menghadapkan wajahnya ke kiblat yang telah diperintahkan Allah SWT untuk menghadap kepada-Nya. Dalam Firman Allah SWT disebutkan:



2.    Membaca Hamdalah dan Pujian
Seseorang meminta sesuatu kepada sesama manusia yang berkedudukan tinggi ataupun rendah, penguasa, pemimpin atau pemegang otoritas, niscaya sebelum mengajukan permintaannya dia mengucapkan suatu pujian kepada orang yang dimintainya itu. Sedangkan Allah SWT yang tiada sesuatu pun yang setara dengan-Nya, dan yang menciptakan manusia dan menjadikannya dalam bentuk yang sebaik-baiknya, memberikan kepadanya harta benda, anak-anak, dan rezeki tanpa adanya keutamaan di pihak manusia, Dia tentu lebih berhak untuk dipuji dengan puji-pujian yang baik. Allah SWT berfirman:




Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah, yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya segala nikmat dan bagi-Nya keutamaan, dan bagi-Nya pujian yang terbaik. Tidak ada Tuhan selain Allah, dengan mengikhlaskan agama bagi-Nya sekalipun orang-orang kafir benci".

Berkata Ibnu Zubair:"Rasulullah SAW bertahlil dengan kalimat-kalimat diatas pada setiap selesai shalat fardhu." (HR. Muslim). Diriwayatkan dari Salamah bin Al-Akwa' r.a.
"Aku tidak pernah mendengar Rasulullah SAW mengawali doa kecuali dengan kata-kata: "Subhana rabbiyal a'la al'aliyyul wahhab " Artinya: "Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi, Maha Pemberi". (HR. Ibnu Abi Syaibah).

Diriwayatkan dari Fadhalah bin 'Ubaid r.a. :"Rasulullah SAW mendengar seorang laki-laki berdoa dalam shalatnya tanpa mengagungkan Allah SWT dan tanpa bershalawat kepada Nabi SAW. Maka berkatalah Rasulullah SAW:" Orang ini terlalu tergesa-gesa". Kemudian beliau memanggil laki-laki itu dan berkata kepadanya, atau kepada orang lainnya:
“Jika salah seorang diantaramu berdoa, hendaklah ia memulainya dengan memuji Tuhannya Yang Mahasuci, kemudian bershalawat kepada Nabi, setelah itu silahkan dia berdoa apa saja yang dikehendakinya." (Hadis diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, dan dia berkata:"hadis ini hasan sahih.").
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. , dari Rasulullah SAW:"Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan Hamdalah, akan terputus." (hadis hasan riwayat Abu Dawud dan lainnya).

Diriwayatkan dari Anas r.a.:"Rasulullah SAW telah bersabda:'Sesunguhnya Allah meridhai hamba-Nya yang memakan makanan kemudian memuji-Nya karena-Nya, atau meminum minuman dan memuji-Nya karenanya.'"(HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Aisyah r.a.:" Pada suatu malam aku kehilangan Nabi SAW , lalu aku meraba-raba dan kutemukan beliau sedang ruku', atau sujud, sambil mengucapkan: [arab] "Subhanaka wa bihamdika la ilaha illa anta " Artinya: "Mahasuci Engkau, dan dengan segala puji-Mu. Tiada Tuhan selain Engkau".

Dan dalam sebuah riwayat disebutkan: " Maka tanganku menyentuh bagian bawah telapak kaki beliau yang tegak, sedang beliau mengucapkan: [arab] "Allahumma inni a'udzu bi-ridhaka min sakhatikha wa bimu'afatika min 'uqubatika, wa a'udzu bika minka, La uhshi tsana'an 'alaika, anta kama atsnaita 'ala nafsika". Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tak bisa menghitung pujian bagi-Mu. Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu". (HR. Muslim).

3.    Istighfar (Mohon Ampunan)
Berdoa memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukannya baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, baik yang diketahui maupun yang tidak diketahuinya, baik yang diingatnya maupun yang dilupakannya, sebab bagi Allah SWT, segala sesuatu itu tersimpan di sisi-Nya di dalam Kitab yang tersimpan hingga Hari Pembalasan, dan Dia mengetahui apa yang ada di Langit dan apa yang ada di Bumi, dan apa yang ada diantara keduanya.
Allah juga mengetahui apa yang kita rahasiakan dari urusan kita, dan apa yang kita nyatakan. Allah mengetahui apa yang rahasia dan tersembunyi, dan setiap jiwa mengetahui apa yang disembunyikanya, dan Dia-lah yang akan memperlihatkan kepada jiwa-jiwa kita, akal kita, serta apa yang kita kira tersembunyi, karena disisi-Nya hal itu diketahui.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di Bumi, dan tidak (pula) di Langit."(QS 3:5).
 "Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu."(QS 2:284).
“Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati."(QS 40:19).

Memohon ampun disertai dengan tobat yang benar dan niat yang ikhlas demi Allah SWT akan menyucikan jiwa dan membersihkannya dari dosa-dosa. Allah SWT telah memerintahkan kepada kita untuk beristighfar dengan firman-Nya:

"Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang banyak, dan mohonlah ampun kepada Allah."(QS 2:199).
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, (Jika kamu mengerjakan yang demikian, niscaya Allah  akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) ."(QS 11:3).
"Dan Mohonlah ampun kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS 73:20).

Pentingnya Do'a
Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui, lagi Maha Kuasa untuk melakukan apa saja. Akan tetapi, Allah memberikan keleluasaan kepada manusia untuk mengajukan permohonan , keinginan, dan harapan-harapannya kepada_Nya. Walaupun manusia tidak memanjatkan doa kepada-Nya, namun Allah tetap akan memberikan kepada manusia apa yang sudah menjadi bagiannya. Allah tidak membiarkan manusia berada dalam kebingungan dan kecemasan pada saat menghadapi permasalahan hidupnya di dunia ini. Manusia membutuhkan kesadaran , tempat ia mengadukan nasib, membutuhkan pijakan, tempat ia menyatakan keluh kesahnya, yaitu kepada pemegang kekuasaan yang tak terkalahkan keperkasaan-Nya, yang mengatur hidup dan kehidupan manusia dan segenap mahluk yang ada di alam ini.

Allah memang tidak memerlukan pemberitahuan dari manusia apa yang menjadi kebutuhan dan harapannya dalam kehidupan di dunia ini, sebab Allah Maha Mengetahui dan Maha Mendengar apa yang terjadi di seluruh alam semestaini. Manusia yang tidak mau berdoa kepada Allah saat berada dalam kesulitan, penderitaan, malapetaka, atau kesenangan.  Keagungan dan kemuliaan Allah tidak akan bertambah karena manusia memuliakan dan mengagungkan-Nya dengan permohonan dan doa kepada-Nya. Jadi, pentingnya doa ini sebenarnya adalah untuk diri manusia dan kehidupannya sendiri, baik jasmani, rohani, maupun intelektualnya.

Keuntungan yang diperoleh manusia dengan memanjatkan doa, mengharapkan pertolongan dan rahmat dari Allah. Pentingnya manusia memanjatnya doa bagi kehidupan sebagai berikut :                                                                                                         

1.  Manusia sangat memerlukan sandaran yang dapat memberikan kekuatan kepada dirinya pada saat dia lemah, ketika segala kekuatan di luar dirinya tidak mampu lagi menopang dan menunjang dirinya. Jalan untuk mendekatkan diri kepada Yang Mahamutlak ini adalah melalui media doa. Jadi, doa berfungsi sebagai sarana pengaduan manusia yang tengah tercekam oleh kemelut, kesusahan, dan penderitaan.

2.  Doa juga dimaksudkan sebagai sarana memohon kepada Allah untuk meningkatkan kualitas diri dan kemampuannya, sehingga dapat melakukan segala tugas yang dipikulnya dengan baik dan menggembirakan dirinya. Untuk mencapai maksud semacam ini, manusia tidak mampu bersandar pada kekuatan dirinya atau bantuan sesama manusia, sebab rintangan yang dihadapinya ternyata jauh lebih besar daripada kekuatan yang dimiliki dirinya dan manusia lainnya. Dalam keadaan semacam ini manusia menyandarkan segalanya kepada rahmat dan pertolongan Allah. Bagaimana cara manusia menyandarkan hal ini kepada Allah? Caranya antara lain dengan berdoa. 

3.    Doa mutlak diperlukan oleh setiap manusia , karena manusia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya sekarang dan akan datang, padahal manusia selalu menginginkan keberhasilan dalam mencapai apa yang diinginkannya, sekarang dan akan datang. Untuk menangkal hal-hal yang tidak baik atau merugikan dirinya saat ini atau nanti, ia memerlukan adanya kekuasaan dan kekuatan di luar dirinya untuk menyelesaikan maslaah-masalah itu.

4.    Allah memberikan petunjuk agar manusia memanjatkan doa kepada-Nya. Dengan doa inilah Allah memberikan jalan dan pertolongan kepadanya dengan cara yang sama sekali tidak diketahui sebelumnya dan dari arah yang sama sekali tidak terduga oleh yang bersangkutan. Hal ini membuktikan bahwa doa itu merupakan sarana yang menjadi kepentingan manusia sendiri dan bukan menjadi kepentingan Allah.

Dengan uraian diatas menjadi jelaslah betapa doa itu sangat penting, bahkan mutlak penting bagi manusia dalam kehidupan sehari-harinya di dunia ini. Allah telah memberikan peluang kepada manusia untuk mengeluh dan mengadukan nasibnya kepada-Nya melalui sarana doa.
Berdoa agar manusia semakin mendekatkan diri kepada Allah dan mengenal-Nya sehingga tidak menjadi mahluk yang mengalami kebingungan, kekacauan, penuh kegelisahan, dan tekana batin yang tak kunjung dapat diselesaikan. Pada sat itulah jiwa kita hanya bisa menyandarkan diri kepada Allah, Tuhan Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, Maha Menguasai, dan Maha Menentukan jalan kehidupan mahluk-Nya. Dengan menyadari pentingnya doa sebagaimana diuraikan sebagiannya di atas, mudah-mudahan kita menjadi sadar akan pentingnya doa bagi setiap orang sehingga kita tidak merasa berat dan malas untuk berdoa kapan saja dan dimana saja denga hati ikhlas.

Insya Allah jika Anda rutin mengamalkan dalam segala hal ini. Maka Allah akan memberikan pertolongan.