Saturday, April 4, 2020

PEDAGOGIK



Soal 1
Kemampuan awal yang harus dimiliki siswa sebelum mempelajari kompetensi dasar: ‘mendeskripsikan gejala (peristiwa) alam yang terjadi negara tetangga’, adalah ….
A. Mendeskripsikan gejala/peristiwa alam yang terjadi di Amerika
B. Mendeskripsikan gejala/peristiwa alam yang terjadi di Indonesia
C. Mendeskripsikan gejala/peristiwa alam yang terjadi di Eropa
D. Mendeskripsikan gejala/peristiwa alam yang terjadi di Asia
E. Mendeskripsikan gejala/peristiwa yang terjadi di afrika

Kj. B
Kompetensi awal/prasyarat merupakan kemampuan awal yang harus dimiliki siswa sebelum mempelajari materi/topik/kompetensi tertentu. Apabila hal tersebut tidak dilakukan maka akan menghambat penguasaan materi/topik/kompetensi yang akan dipelajari. Dalam proses pembelajaran IPS SD, pada kompetensi dasar: ‘‘Mendeskripsikan gejala (peristiwa) alam yang terjadi negara tetangga’, maka kemampuan awal/prasyarat yang perlu dimiliki siswa adalah mendeskripsikan gejala/peristiwa alam yang terjadi di Indonesia. Jadi, kemampuan awal atau prasyarat yang harus dimiliki siswa sebelum mempelajari kompetensi dasar: ‘mendeskripsikan gejala (peristiwa) alam
yang terjadi negara tetangga’, adalah mendeskripsikan gejala/peristiwa alam yang terjadi di Indonesia.

Soal 2
Kesulitan belajar bahasa asing termasuk dalam kekurangan kemampuan kognitif adalah ….
A. Membaca kembali kalimat-kalimat dalam paragraf
B. Menangkap makna secara penuh
C. Mengingat kembali kata-kata
D. Membandingkan informasi yang diterima
E. Merumuskan alternatif pemecahan masalah

Kj B
Bahasa memiliki 6 komponen, yaitu
(1) fonem
(2) morfem
(3) sintaksis
(4) semantik
(5) prosodi, dan
(6) pragmatik.

Soal 3
Adanya gangguan pada salah satu atau lebih komponen-komponen tersebut dapat menyebabkan terjadinya kesulitan belajar bahasa. Menurut Lovitt dalam Mulyono, ada beberapa penyebab kesulitan belajar bahasa antara lain yaitu
(1) kekurangan kognitif,
(2) kekurangan dalam memori,
(3) kekrangan kemampuan melakukan evaluasi,
(4) kekurangan kemampuan memproduksi bahasa, dan
(5) kekurangan dalam pragmatic ataupenggunaan fungsional bahasa.

Contoh kekurangan kognitif antara
lain yaitu mengklasifikasi kata, mencari dan menetapkan kata yang ada hubungannya dengan kata lain (hubungan semantik), atau menangkap makna secara penuh.

Soal No. 4
Dalam menerapkan strategi pembelajaran berbasis multipel intelegensi, ada beberapa langkah yang dapat digunakan, antara lain ...
A. Membuat kebijakan baru mengenai strategi pembelajaran
B. Mengkaji kembali apa yang telah  dipelajari oleh siswa
C. Memberdayakan semua intelegensi yang dimiliki oleh siswa
D. Menggunakan berbagai gambar  sebagai media pembelajaran
E. Menyediakan fasilitas yang lengkap untuk semua jenis k

Kj. C
Dalam menerapkan strategi pembelajaran berbasis multipel intelegensi, ada beberapa langkah yang dapat digunakan, antara lain memberdayakan semua intelegensi yang dimiliki oleh siswa, karena memang untuk menerapkan strategi pembelajaran berbasis multipel integensi, maka guru harus
dapat memberdayakan semua intelegensi yang dimiliki siswa. Jadi, dalam menerapkan strategi
pembelajaran berbasis multipel intelegensi, ada beberapa langkah yang dapat digunakan, antara lain memberdayakan semua intelegensi yang dimiliki oleh siswa.

Soal 5
Kurikulum yang dikembangkan harus dapat melestarikan berbagai budaya sebagai warisan masa lalu.  Persyaratan tersebut sesuai dengan  salah satu peran kurikulum yaitu….
A. Peran konservatif
B. Peran kritis
C. Peran evaluatif
D. Peran kreatif

Kj. A
Salah satu peran kurikulum adalah peran konservatif. Maksudnya, kurikulum harus melestarikan berbagai budaya sebagai warisan masa lalu

Soal 6
Pada kegiatan pembelajaran yang  mengintegrasikan pendekatan saintifik dalam model pembelajaran
berbasis proyek, aktivitas pembelajaran siswa pada tahap “mengamati” adalah….
A. Siswa mengidentifikasi informasi dari pernyataan
B. Siswa membuat desain proyek
C. Siswa mengumpukan informasi sesuai yang direncanakan
D. Siswa menyampaikan progres  proyek

Kj. A
Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran dengan melibatkan siswa dalam suatu kegiatan (proyek) yang menghasilkan suatu proyek. Aktivitas siswa dalam pembelajaran ini mendesain  proyeknya sendiri, menyelesaikan  proyek secara berkelompok, dan mempresentasikan produk yang  telah dibuat. Jika pendekatan saintifik diintegrasikan dalam model pembelajaran berbasis proyek maka pada tahap “mengamati” siswa melakukan aktivitas pengamatan masalah yang disampaikan guru. Selain itu,  siswa mengidentifikasi informasi  yang diberikan dari pernyataan  atau masalah yang diberikan.

No comments: