1. Di bawah ini merupakan
harapan-harapan dalam terciptanya kehidupan yang demokratis, kecuali….
a. Pemerintahan yang bebas.
b. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak.
c. Pelaksanaan pemilu yang bebas.
d. Kebebasan untuk beroposisi.
a. Pemerintahan yang bebas.
b. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak.
c. Pelaksanaan pemilu yang bebas.
d. Kebebasan untuk beroposisi.
Kj. a. Pemerintahan
yang bebas.
2. Demokrasi langsung
dapat terselenggara secara efektif karena beberapa faktor di bawah ini,
kecuali……
a. Wilayah negara yang terbatas.
b. Permasalahan tidak terlalu kompleks.
c. Majelis yang hanya terdiri dari 5000 sampai 6000 orang saja.
d. Tidak adanya penduduk yang berjumlah besar
a. Wilayah negara yang terbatas.
b. Permasalahan tidak terlalu kompleks.
c. Majelis yang hanya terdiri dari 5000 sampai 6000 orang saja.
d. Tidak adanya penduduk yang berjumlah besar
Kj. c. Majelis yang hanya terdiri dari
5000 sampai 6000 orang saja.
3. Demokrasi Pancasila adalah…..
a. Demokrasi yang berketuhanan
b. Demokrasi yang tidak langsung
c. Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat
d. Demokrasi berdasarkan paham kekeluargaan dan gotong royong yang ditujukan pada kesejahteraan rakyat.
a. Demokrasi yang berketuhanan
b. Demokrasi yang tidak langsung
c. Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat
d. Demokrasi berdasarkan paham kekeluargaan dan gotong royong yang ditujukan pada kesejahteraan rakyat.
Kj. d. Demokrasi berdasarkan paham
kekeluargaan dan gotong royong yang ditujukan pada kesejahteraan rakyat.
4. Dalam demokrasi Pancasila terkandung aspek
yang mengemukakan gambaran manusia dan mengakui harkat dan martabatnya serta
menjamin terwujudnya manusia Indonesia sesuai dengan gambaran harkat dan
martabat manusia. Ini adalah aspek……
a. Aspek materiil
b. Aspek normatif
c. Aspek kodrati
d. Aspek hukum
a. Aspek materiil
b. Aspek normatif
c. Aspek kodrati
d. Aspek hukum
Kj. a. Aspek materiil
5. Pemilu pertama di
Indonesia, terselenggara dengan sistem……
a. Dwi partai
b. Multipartai
c. Partai tunggal
d. Semi multi partai
a. Dwi partai
b. Multipartai
c. Partai tunggal
d. Semi multi partai
b. Multipartai
6. Di bawah ini merupakan kondisi yang lahir
dari penerapan demokrasi terpimpin.
a. Dominasi parlemen yang kuat
b. Peranan partai politik dan pers yang sangat terbatas
c. Pertikaian antar partai politik
d. Tidak adanya kepastian hukum.
a. Dominasi parlemen yang kuat
b. Peranan partai politik dan pers yang sangat terbatas
c. Pertikaian antar partai politik
d. Tidak adanya kepastian hukum.
7. Di bawah ini termasuk soko guru demokrasi,
kecuali ….
a. Kedaulatan rakyat
b. Jaminan hak asasi manusia
c. Hak-hak mayoritas
d. Kekuasaan mayoritas
a. Kedaulatan rakyat
b. Jaminan hak asasi manusia
c. Hak-hak mayoritas
d. Kekuasaan mayoritas
8. Pada akhir masa Orde Baru, terdapat
penyelewengan-penyelewengan terhadap prinsip- prinsip demokrasi, yakni…..
a. Diakuinya hak-hak mayoritas
b. Tidak adanya pembatasan pemerintah secara konstitusional
c. Terdapat pluralisme sosial, ekonomi dan politik
d. Hanya ada tiga patai politik
a. Diakuinya hak-hak mayoritas
b. Tidak adanya pembatasan pemerintah secara konstitusional
c. Terdapat pluralisme sosial, ekonomi dan politik
d. Hanya ada tiga patai politik
9. Dalam pemilu akan dipilih……
a. DPR, DPRD Propinsi dan DPRD Kota/Kabupaten
b. DPR, MPR, presiden dan wakil presiden
c. Presiden dan wakilnya, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kota/kabupaten
d. d. DPD, DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten, presiden dan wakil presiden.
a. DPR, DPRD Propinsi dan DPRD Kota/Kabupaten
b. DPR, MPR, presiden dan wakil presiden
c. Presiden dan wakilnya, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kota/kabupaten
d. d. DPD, DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten, presiden dan wakil presiden.
10. Perilaku yang
menunjukkan dukungan terhadap tegaknya prinsip- prinsip demokrasi adalah….
a. Musyawarah untuk mufakat
b. Menggunakan hak pilih dalam pemilu
c. Mengunakan haknya dengan seluas mungkin
d. Menghormati kekuasaan mayoritas
a. Musyawarah untuk mufakat
b. Menggunakan hak pilih dalam pemilu
c. Mengunakan haknya dengan seluas mungkin
d. Menghormati kekuasaan mayoritas
6. Demokrasi dimana
rakyat menyalurkan kehendaknya dengan memilih wakil-wakilnya untuk duduk dalam
dewan perwakilan rakyat, dinamakan . . . .
a. demokrasi langsung
b. demokrasi perwakilan
c. demokrasi gabungan
d. demokrasi sosialis
b. demokrasi perwakilan
c. demokrasi gabungan
d. demokrasi sosialis
12. Salah satu asas
demokrasi Pancasila adalah asas kerakyatan, yang artinya . . . .
a. kesadaran akan cinta kepada rakyat, bersikap merakyat, berjiwa kerakyatan .
b. pemerintah harus memperhatikan dan memperjuangkan aspirasi rakyat.
c. keputusan dengan menampung berbagai aspirasi dan kehendak seluruh rakyat.
d. suatu tata cara pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mufakat.
a. kesadaran akan cinta kepada rakyat, bersikap merakyat, berjiwa kerakyatan .
b. pemerintah harus memperhatikan dan memperjuangkan aspirasi rakyat.
c. keputusan dengan menampung berbagai aspirasi dan kehendak seluruh rakyat.
d. suatu tata cara pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mufakat.
13. Keterlibatan rakyat
sebagai pelaksana kedaulatan menurut UUD 1945 adalah dalam hal sebagai berikut,
kecuali
a. Mengisi keanggotaan DPRD melalui pemilihan umum.
b. Mengisi keanggotaan DPR melalui pemilihan umum.
c. Mengisi keanggotaan DPD melalui pemilihan umum.
d. Mengajukan calon Presiden dan Wakil Presiden.
a. Mengisi keanggotaan DPRD melalui pemilihan umum.
b. Mengisi keanggotaan DPR melalui pemilihan umum.
c. Mengisi keanggotaan DPD melalui pemilihan umum.
d. Mengajukan calon Presiden dan Wakil Presiden.
Kj. d. Mengajukan
calon Presiden dan Wakil Presiden.
14. Lembaga negara yang
berwenang melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum
adalah . . . .
a. MPR
b. DPR
c. Mahkamah Agung
d. Mahkamah Konstitusi
a. MPR
b. DPR
c. Mahkamah Agung
d. Mahkamah Konstitusi
15. Menurut UUD 1945 , Mahkamah Konstitusi
memiliki kewenangan untuk . . . .
a. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum.
b. memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum
c. memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda kehormatan
d. menguji secara materiil peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang.
a. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum.
b. memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum
c. memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda kehormatan
d. menguji secara materiil peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang.
16. DPR merupakan lembaga
perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga negara dan mempunyai fungsi
. . . .
a. legislatif, eksekutif, dan yudikatif
b. legislatif, eksekutif, dan anggaran
c. eksekutif, legislatif , dan pengawasan
d. legislatif, anggaran, dan pengawasan
a. legislatif, eksekutif, dan yudikatif
b. legislatif, eksekutif, dan anggaran
c. eksekutif, legislatif , dan pengawasan
d. legislatif, anggaran, dan pengawasan
17. Kekuasaan untuk
membentuk undang-undang disebut . . . .
a. legislatif
b. eksekutif
c. yudikatif
d. federatif
a. legislatif
b. eksekutif
c. yudikatif
d. federatif
18. Anggota DPD dari setiap propinsi ditetapkan
sebanyak empat orang dan jumlah seluruh anggota DPD tidak lebih dari . . . .
a. 1/2 anggota DPR
b. 1/3 anggota DPR
c. 1/4 anggota DPR
d. 1/5 anggota DPR
a. 1/2 anggota DPR
b. 1/3 anggota DPR
c. 1/4 anggota DPR
d. 1/5 anggota DPR
19. Hasil pemeriksaan BPK
diserahkan kepada . . . .
a. Presiden dan DPR sesuai dengan kewenangannya
b. DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan kewenangannya
c. Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi
d. MPR, DPR, DPD ses uai dengan kewenangannya.
a. Presiden dan DPR sesuai dengan kewenangannya
b. DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan kewenangannya
c. Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi
d. MPR, DPR, DPD ses uai dengan kewenangannya.
20. Komisi Pemilihan Umum
(KPU) bertanggungjawab atas penyelenggaraan pemilu dan menyampaikan laporan
secara bertahap atas pelaksanaan tugasnya kepada ….
a. DPR dan Presiden
b. Presiden dan MPR
c. MA dan Mahkamah Konstitusi
d. Presiden dan MA
a. DPR dan Presiden
b. Presiden dan MPR
c. MA dan Mahkamah Konstitusi
d. Presiden dan MA
21. Hak Asasi Manusia
itu adalah hak yang tidak bisa dikurangi (non derogable righ, ) karena….
a. Setiap manusia memilikinya
b. Setiap orang boleh menggunakan secara bebas
c. Negara harus melindungi
d. Bersumber dari Tuhan
a. Setiap manusia memilikinya
b. Setiap orang boleh menggunakan secara bebas
c. Negara harus melindungi
d. Bersumber dari Tuhan
22. Franklin D.
Roselvelt (1941) mengemukakan empat konsep tentang kebebasan/kemerdekaan (Four
Freedom) , yaitu, kecuali….
a. Kebebasan (kemerdekaan) berbicara
b. Kebebasan beragama
c. Kebebasan Berpolitik
d. Kebebasan dari Kemiskinan
a. Kebebasan (kemerdekaan) berbicara
b. Kebebasan beragama
c. Kebebasan Berpolitik
d. Kebebasan dari Kemiskinan
23. Setiap orang berhak
untuk memiliki sesuatu, serta untuk menjual atau menyewakan sesuatu yang
dimilikinya itu kepada orang lain. Hal tersebut adalah salah satu perwujudan
dari….
a. Hak Asasi Pribadi
a. Hak Asasi Pribadi
c. Hak Asasi Ekonomi
b. Hak Asasi Politik
b. Hak Asasi Politik
d. Hak Asasi Sosial
Budaya
24. Hak asasi dimana
seseorang bebas berekspresi dan mendapatkan pendidikan atau pengajaran
merupakan perwujudan….
a. Hak Asasi Pribadi
a. Hak Asasi Pribadi
c. Hak Asasi Ekonomi
b. Hak Asasi Politik
b. Hak Asasi Politik
d. Hak Asasi Sosial
Budaya
25. Pengakuan dan jaminan
perlindungan hak asasi manusia di Indonesia telah cukup banyak diberikan, baik
yang ditemukan dalam nilai-nilai maupun dalam peraturan perundang- undangan,
diantaranya berupa Ketetapan MPR RI, yaitu:
a. Ketetapan MPR Nomor XVI/MPR/1998
b. Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998
c. Ketetapan MPR Nomor XX/MPR/1998
d. Ketetapan MPR Nomor XIII/MPR/1998
b. Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998
c. Ketetapan MPR Nomor XX/MPR/1998
d. Ketetapan MPR Nomor XIII/MPR/1998
23. Pengakuan dan jaminan
perlindungan hak asasi manusia di Indonesia diberikan secara khusus dalam UUD
1945 setelah diamandemen, yaitu:
a. Pasal 27 ayat (2) UUD 1945
b. Pasal 34 UUD 1945
c. Pasal 18 A sampai dengan 18 J
d. Pasal 28 A sampai dengan 28 J
a. Pasal 27 ayat (2) UUD 1945
b. Pasal 34 UUD 1945
c. Pasal 18 A sampai dengan 18 J
d. Pasal 28 A sampai dengan 28 J
24. Kebijakan PBB dalam
upaya perlindungan HAM secara universal melalui beberapa instrumennya memberi
kewenangan kepada PBB untuk terlibat secara langsung dalam suatu negara yang
berdaulat, dengan alasan melindungi HAM. Hal tersebut dilakukan apabila:
a. PBB menganggap negara bersangkutan terlalu banyak terjadi praktek KKN
b. Negara yang bersangkutan tidak serius menegakkan HAM
c. Negara yang bersangkutan tidak mampu melindungi HAM warga negaranya
d. Negara yang bersangkutan tidak mampu melindungi HAM warga negaranya dan mengadili pelaku pelanggaran HAM yang berat
a. PBB menganggap negara bersangkutan terlalu banyak terjadi praktek KKN
b. Negara yang bersangkutan tidak serius menegakkan HAM
c. Negara yang bersangkutan tidak mampu melindungi HAM warga negaranya
d. Negara yang bersangkutan tidak mampu melindungi HAM warga negaranya dan mengadili pelaku pelanggaran HAM yang berat
25. Badan Internasional
baru yang dibentuk PBB dalam penegakan HAM internasional, dengan Statuta Roma
pada akhirnya bulan Juli 1998, yaitu:
a. Komisi HAM PBB
b. Mahkamah Internasional
c. International Criminal Court ( ICC)
d. Pengadilan HAM
a. Komisi HAM PBB
b. Mahkamah Internasional
c. International Criminal Court ( ICC)
d. Pengadilan HAM
26. Lembaga yang dibentuk
melalui Keppres Nomor 5 Tahun 1993, kemudian dikukuhkan lagi melalui UU Nomor
39 Tahun 1999 dalam upaya pengakan HAM di Indonesia adalah:
a. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
b. Pengadilan Hak Asasi Mansia
c. Pengadilan Hak Asasi Mansia Ad Hoc.
d. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi
a. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
b. Pengadilan Hak Asasi Mansia
c. Pengadilan Hak Asasi Mansia Ad Hoc.
d. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi
27. Lembaga yang dibentuk
berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2000 dalam penegakan HAM di Indonesia adalah:
a. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
b. Pengadilan Hak Asasi Mansia
c. Pengadilan Hak Asasi Mansia Ad Hoc.
d. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi
a. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
b. Pengadilan Hak Asasi Mansia
c. Pengadilan Hak Asasi Mansia Ad Hoc.
d. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi
28. Kemerdekaan dalam
menyampaikan pendapat berarti bahwa seseorang dalam menyampaikan pendapatnya .
. . .
a. bebas tanpa ada batasannya
b. tanpa tekanan fisik maupun psikis
c. tidak perlu mempedulikan pihak lain
d. tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun
a. bebas tanpa ada batasannya
b. tanpa tekanan fisik maupun psikis
c. tidak perlu mempedulikan pihak lain
d. tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun
29. Penyampaian pendapat
di muka umum harus berlandaskan pada asas keseimbangan antara hak dan kewajiban
artinya dalam menyampaikan pendapat seseorang harus . . . .
a. memperhatikan kewajiban dan tanggungjawab tertentu
b. wajib melaksanakan musyawarah untuk mencapai mufakat
c. memperhatikan kesesuaian antara kegiatan dengan tujuan
d. berdasarkan peraturan dan hukum yang berlaku
a. memperhatikan kewajiban dan tanggungjawab tertentu
b. wajib melaksanakan musyawarah untuk mencapai mufakat
c. memperhatikan kesesuaian antara kegiatan dengan tujuan
d. berdasarkan peraturan dan hukum yang berlaku
30. Penyampaian pendapat
di muka umum dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,
sesuai dengan asas. . . .
a. proporsionallitas
b. kepastian hukum
c. musyawarah mufakat
d. Manfaat
a. proporsionallitas
b. kepastian hukum
c. musyawarah mufakat
d. Manfaat
31. Berikut ini yang
merupakan tempat terlarang untuk unjukrasa adalah . . . .
a. jalan raya
b. lapangan kota
c. rumah sakit
d. kantor pemerintah
a. jalan raya
b. lapangan kota
c. rumah sakit
d. kantor pemerintah
32. Peserta penyampaian
pendapat di muka umum (demonstrasi) wajib menghormati aturan- aturan moral yang
diakui umum yaitu norma-norma berikut kecuali . . . .
a. kesusilaan
b. agama
c. kesopanan
d. Kebiasaan
a. kesusilaan
b. agama
c. kesopanan
d. Kebiasaan
33. Penyampaian pendapat
di muka umum harus menghormati hak dan kebebasan orang lain diantaranya yaitu
hak-hak dan kebebasan untuk . . .
a. hidup aman, tertib dan damai
b. mematuhi norma-norma
c. menyaksikan kegiatan unjukrasa
d. mendapatkan perlindungan hukum
a. hidup aman, tertib dan damai
b. mematuhi norma-norma
c. menyaksikan kegiatan unjukrasa
d. mendapatkan perlindungan hukum
34. Penyampaian pendapat
di muka umum yang dilakukan dengan tanpa batas dapat mengakibatkan pelanggaran
terhadap hak-hak orang lain dan perpecahan dalam masyarakat atau yang sering
disebut . . . .
a. SARA
b. disintegrasi sosial
c. persatuan dan kesatuan
d. kerusuhan dan bentrok
a. SARA
b. disintegrasi sosial
c. persatuan dan kesatuan
d. kerusuhan dan bentrok
35. Penyampaian pendapat
di muka umum harus dilaksanakan secara bertanggungjawab artinya . .
a. harus ada orang yang bertanggungjawab
b. sesuai dengan rencana yang telah disiapkan
c. harus tunduk pada peraturan perundang-undangan
d. pemimpin kegiatan harus berani bertanggungjawab
a. harus ada orang yang bertanggungjawab
b. sesuai dengan rencana yang telah disiapkan
c. harus tunduk pada peraturan perundang-undangan
d. pemimpin kegiatan harus berani bertanggungjawab
36. Kemerdekaan
mengemukakan pendapat yang tidak diikuti dengan tangungjawab dapat
mengakibatkan suatu keadaan anarki yaitu keadaan yang . . . .
a. kacau seolah tak ada peraturan
b. kurang tertib dan teratur
c. meresahkan masyarakat
d. aman tertib dan terkendali
a. kacau seolah tak ada peraturan
b. kurang tertib dan teratur
c. meresahkan masyarakat
d. aman tertib dan terkendali
37. ”Kemerdekaan
berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan
sebagainya ditetapkan dengan undang-undang” Pernyataan tersebut terdapat dalam
UUD 1945. . . .
a. Pembukaan UUD 1945
b. Pasal 27
c. Pasal 28
d. Pasal 29
a. Pembukaan UUD 1945
b. Pasal 27
c. Pasal 28
d. Pasal 29
38. Dengan diproklamasikan
kemerdekaan bangsa Indonesia, berarti ….
a. bangsa Indonesia telah siap menjadi negara
b. negara Indonesia telah berdiri secara de facto
c. bangsa-bangsa di dunia mengakui Indonesia
d. tidak ada lagi penjajahan di bumi Indonesia
a. bangsa Indonesia telah siap menjadi negara
b. negara Indonesia telah berdiri secara de facto
c. bangsa-bangsa di dunia mengakui Indonesia
d. tidak ada lagi penjajahan di bumi Indonesia
39. Pada tanggal 17
Agustus 1945 jam 10.00 di jalan Pegangsaan Timur No. 56. Ir. Soekarno
memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia atas nama . . . .
a. rakyat Indonesia
b. bangsa Indonesia
c. ketua dan wakil ketua PPKI
d. negara Indonesia
a. rakyat Indonesia
b. bangsa Indonesia
c. ketua dan wakil ketua PPKI
d. negara Indonesia
40. PPKI menetapkan dan
mengesahkan UUD 1945 dalam sidangnya pada tanggal .
a. 9 Agustus 1945
b. 16 Agustus 1945
c. 17 Agustus 1945
d. 18 Agustus 1945
a. 9 Agustus 1945
b. 16 Agustus 1945
c. 17 Agustus 1945
d. 18 Agustus 1945
41. Pembukaan UUD 1945
merupakan . . . .
a. pelaksanaan dari proklamasi kemerdekaan
b. pernyataan kemerdekaan yang lebih rinci
c. sumber dari segala sumber hukum di Indonesia
d. norma pertama, tata hukum pertama di Indonesia
a. pelaksanaan dari proklamasi kemerdekaan
b. pernyataan kemerdekaan yang lebih rinci
c. sumber dari segala sumber hukum di Indonesia
d. norma pertama, tata hukum pertama di Indonesia
42. Dari segi norma,
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dapat dianggap sebagai:
a. hukum dasar yang tertulis
b. norma dasar
c. norma hukum
d. hukum dasar tak tertulis
a. hukum dasar yang tertulis
b. norma dasar
c. norma hukum
d. hukum dasar tak tertulis
43. Pernyataan II dari
proklamasi kemerdekaan dirinci lebih lanjut di dalam Pembukaan UUD 1945 alinea
. . . .
a. I
b. II
c. III
d. IV
a. I
b. II
c. III
d. IV
44. Sidang I BPUPKI pada
tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945 agendanya adalah . . . .
a. menyelidiki usaha persiapan kemerdekaan Indonesia
b. menyusun dan merumuskan rancangan hukum dasar
c. merumuskan rancangan dasar negara Indonesia merdeka
d. menetapkan dan mengesahkan rancangan UUD 1945
a. menyelidiki usaha persiapan kemerdekaan Indonesia
b. menyusun dan merumuskan rancangan hukum dasar
c. merumuskan rancangan dasar negara Indonesia merdeka
d. menetapkan dan mengesahkan rancangan UUD 1945
45. BPUPKI dalam masa
sidangnya yang kedua membahas Rancangan UUD dengan membentuk .
a. Panitia Perancang Hukum Dasar
b. Panitia Kecil
c. Panitia Sembilan
d. Piagam Djakarta
a. Panitia Perancang Hukum Dasar
b. Panitia Kecil
c. Panitia Sembilan
d. Piagam Djakarta
46. Nilai-nilai dasar yang
terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara bersifat:
a. sementara
b. lokal
c. tetap
d. instrumental
a. sementara
b. lokal
c. tetap
d. instrumental
47. Sebagai dasar negara,
Pancasila merupakan;
a. Sumber dari segala sumber hukum
b. Pedoman dalam penyelenggaraan negara
c. Pedoman perilaku bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat
d. Sumber tertib hukum
a. Sumber dari segala sumber hukum
b. Pedoman dalam penyelenggaraan negara
c. Pedoman perilaku bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat
d. Sumber tertib hukum
48. BPUPKI dalam masa
sidangnya yang kedua membahas Rancangan UUD dengan membentuk .
a. Panitia Perancang Hukum Dasar
b. Panitia Kecil
c. Panitia Sembilan
d. Piagam Djakarta
a. Panitia Perancang Hukum Dasar
b. Panitia Kecil
c. Panitia Sembilan
d. Piagam Djakarta
49. Nilai-nilai dasar yang
terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara bersifat:
a. sementara
b. lokal
c. tetap
d. instrumental
a. sementara
b. lokal
c. tetap
d. instrumental
50. Sebagai dasar negara,
Pancasila merupakan;
a. Sumber dari segala sumber hukum
b. Pedoman dalam penyelenggaraan negara
c. Pedoman perilaku bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat
d. Sumber tertib hukum
a. Sumber dari segala sumber hukum
b. Pedoman dalam penyelenggaraan negara
c. Pedoman perilaku bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat
d. Sumber tertib hukum
No comments:
Post a Comment